Perfeksionis Berujung Menunda-nunda


Untuk menulis ini saja aku banyak mikir padahal otakku penuh dengan hal yang mesti kutuliskan kalo gak berasa meledak kepalaku. Aku ingin menulis topik yang sedang berkelebat dikepalaku dihubungkan  teori, kejadian dan contoh-contoh lain dan lainnya dan lainnya yang runtun. Begitulah yang ada diotakku untuk hal menulis (bukan nulis ilmiah atau artikel keren kayak jurnalis loh, ini sekedar diari online doang ding….). Bukankah ini salah satu tanda ada  sifat perfeksionis yang melekat didiriku? dan aku ragu menulis kemudian beralasan ah entar aja kumpulkan referensi dan seterusnya berujung menunda-nunda, berakhir dengan tak menulis apapun.

Namun tadi setelah buka wordpress dijam kantor, sorry Bos beneran kerjaan lagi badmood ( jangan judge aku tak fokus terus bagaimana bisa suskes karir- aku memang gampang terdistraksi) jadi menulislah obat stress ku ini ternyata yang kupastikan setelah menulis ini otak ku waras bekerja. hihi. Nah, pas buka liat postingan dari blogger ganteng dan pintar koko Hanson Tjung ini, ah aku emang silent reader blog dia deh tapi daging semua kalo dia menulis itu bukan kaleng-kaleng. dia pun menulis tentang perfeksionis, yang sering kita mengklaim diri sendiri kita adalah seorang perfeksionis padahal itu hanya untuk menutupi kekurangan kita yang takut akan kritikan, penolakan dan alasan untuk menunda-nunda tepatnya. aku banget,wew!!!. Oh ya, mending kalian juga baca langsung artikel yang ditulis koko ini di blognya fakta tentang perfeksionis .

Perfeksionis juga bagus kok biar kita lebih berhati-hati untuk melakukan sesuatu tapi jangan kebangetan gitu jangan sampai jadi alasan beneran deh. Banyak rugi jadinya. Gugi habis waktu untuk memulai gak mulai-mulai juga. Ini juga berlaku buat kegiatan-kegiatan lainnya bukan menulis saja. Ah, aku pede ya menyebutkan ini menulis, ini tu curhat sebenarnya lho.

Faktanya aku, setiap mau melakukan apapun harus persiapan yang perfeksinois jadi “ah ntar aja kalau ada ini aja atau sudah ada itu baru gawein” dan akhirnya terbengkalai. itu juga keknya bagian dari sisi kurang bagusnya perfeksionis.Namun, seiring waktu, pengalaman, tabokan hidup aku mulai memahami diriku. Perfeksionis ada dalam diriku ini ya kebentuk dari rasa sempurna yang ku lihat dari lingkungan. tapi emang ada manusia yang sempurna? ku rasa juga tidak. Sempurna dan benar itu hanya milik yang Maha Menciptakan kita. Kita bisa terkungkung dengan beribu alasan dan ketakutan saja jika apa-apa harus sempurna sedang sempurna ini standar yang diciptakan manusia sendiri. Jadi, sebagai mansuia yang tidak sampai pada standar tersebut kita jadi stress karena ga sempurna. Jadi, bahwasanya kondisi dalam kehidupan ini beragam dan penglihatan tentang sempurna ini juga beragam. Tak menjadi sempurna juga tak mengurangi berkah hidup yang jelas kita sudah mencoba dan dari ketidaksempurnaan kita belajar standar sempurna itu ini lo, kek yang Ko Hansen edit video salah titik koma dan sebagainya ya wajar dan dikoreksi  kemudian diperbaiki. begitu pula kita bekerja kalo ga kita kerjain sekarang kita ga tau salah dan kurangnya dimana ada baiknya ya udah kerjain jangan nunda lagi.

Baiklah, sering kita dengarkan celetukan  Nobody is perfect, I am nobody…..so, I am perfect.

LOL☺.

Balada Menulis Kembali (Keluar dari Kekacauan)

Tulisan kali ini mengandung curhatan, jika kalian tidak ada rasa kepo maka berhentilah membacanya. Wkwkwk🤣🤣.

( doc pribadi: pose menikmati sunset di Golf Island, PIK)

Isshhh…diriku semakin kacau saja dengan alasan tidak bisa mengatur waktu, banyak hal yang terdistraksi , terbengkalai, dan tidak ku lanjuti bahkan sudah tak pernah kulakukan lagi. Tak ada kebaikan dari caraku mengeluh ini. Ya, sepertinya ini layak untuk jadi rencana komitmen tertulisku untuk memperbaiki kekacauan yang terjadi dengan diriku.

Ketika menulis adalah cara ku menyembuhkan diri tapi disaat aku terpuruk dalam kesedihan yang berulang-ulang itu saja aku enggan menulis, masihku ku imani menulis sejenis obat untuk kehidupanku ini cara ku berobat untuk menghadapi peliknya hidup dan merayakan kebahagiaan hidup.

Ketika aku dengan mudahnya menghabiskan waktu hanya scrolling feed instagram atau facebook bahkan sekarang quora yang semakin rame, wah diriku cuma jadi pembaca, tidak mem-posting apapun tok jadi pembaca. Aih, terkadang aku harus membentengi diri agar tidak ada rasa insecure yang berlebihan dan aku pun masih belum ada ide lagi untuk eksis di dunia maya tersebut. Berkat ini bebenah akun instagram aku merasa lebih baik dari sisi aku tidak lagi haus akan momen-momen yang pantas buat ku beritahu oranglain kenyataan niat baiknya untuk menyimpan galeri tapi sedikit banyak tetap saja agar dilihat orang dan oranglain tau.

Dengan segala drama hatiku yang pernah ku ceritakan untuk make relationship kemaren itu. Ah, aku gagal jadi kuat ternyata hati ku cukup mudah untuk rapuh, ego ku masih tinggi sekali untuk menyiksa diriku sendiri. Haruskah ku selesaikan saja ini?membuka hati kembalikah? ini sudah terjawab , aku membuka hati kembali dan aku juga sudah merasakan patah hatinya kenyataannya lebih rumit juga, tidak seperti yang kuharapkan peruntungan cinta ku kali ini masih saja belum seperti yang ku impikan. Kesalahanku, aku berekspektasi kadar bahagia yang sedikit besar, aku banyak menuntut diriku, waktu bahkan terhadap doi pun. Dari momen yang ku ceritakan di I want to be loved ini juga, ya aku yang terlalu percaya diri dan memang ku percaya aku masih terus harus menyusuri perjalanan kehidupan cintaku, aku masih belum menemukan -cintaku. Ahai… 🥰🥰. Jadi, sudah ada jawabankah aku akan melepaskannya atau biarkan mengalir begitu saja sampai semua terbiasa, terbias terhapus dwngan sendirinya tanpa ada penolakan, menghindar dan membenci. Ku harap si begitu, tapi semua hal dinamis jadi?? Aku akan berusaha membuat diriku tidak terluka. Titik.

Dalam hal pekerjaan, aku masih belum juga berada dititik aman untuk salary dan jabatan aku harus berjuang keras, keputusan untuk memulai karir baru dan berkomitmen ini akan jadi karir yang akan membawa ku berhasil dalam hal keuangan ku kedepannya yang diidamkan semua orang itu seperti yang ku tekadkan berkarir di usia 28 tahun dan berubah haluannya karirku, kadang masih ketiup angin semangatnya dan realitanya, ini aku mesti berjuang keras dalam action maupun doa.

Kalian tau dengan segala cerita ku kemarin-kemarin, aku memulai hidup sehat lah, diet lah, olahraga, morning journal, yoga, meditasi, padahal sekarang aku bekali sepeda untuk pulang pergi kantor tapi dengan mudahnya aku ga gowes karena gerimis sedikit atau khawatir ntar sore hujan, Jakarta musim penghujan dan ups kalian juga hapal aku jago bikin to do list juga, dan taraa…hebatnya kekacauan menulis ku tahun ini aku tidak menulis resolusi tahunan,my birthday wishes 29 yo ( aku masih melirik-lirik the things to do before I am 30 yo😃),dan aku mengabaikan semuanya dan melihat tanpa mengamati waktu yang terlewatkan, momen yang tak ku indahkan, dan semua seperti air mengalir dan aku ikan mati yang ikut arus itu. Apa yang terjadi dengan diriku? Aku seperti hidup hanya sampai besok saja. Lantas, apakah ini tanda aku begitu putus asa atau terlalu bersyukur dengan yang ada sekarang kah? Atau perjalanan hidup yang ku lalui harus ada dengan proses seperti inikah?

Aku mulai tidak tertarik dengan banyak cerita orang atau cerita orang banyak, aku mulai tidak mau melihat jauh apapun itu, dan aku seperti menemukan cara hidup yang harus aku lakukan. Mungkin ini sudah dilakukan kalian, temanku, keluarga ku dan banyak orang lain, dan aku baru menyadarinya.

Beberapa hari ini aku melihat flashback ku yang dulu-dulu, bukan perkara kegagalan tapi bagaimana aku menyikapi fenomena kehidupan ini, standar yang inginkan berubah-berubah, pola pikir dan banyak lagi ya yang memang kayaknya tak kan ku percayai lagi bahkan ga akan ku imani lagi, banyak teori kehidupan dan tren yang terbantahkan hmm…aku akan mengulasnya nanti kenapa bisa berpikir dan melakukan hal itu, nanti ku buatkan cerita dari postingan sosial media ku😃 betapa-betapa diri ku dulu begitu, hahahha. Oh iya, aku jadi susah fokus juga bukan fokus membaca buku, artikel, nonton drawan (drama taiwan) pun tak fokus. Menyedihkan.

Menulis ini ku paksakan diri, aku sudah merasakan efek dari cara hidupku akhir-akhir ini, aku tidak mengatakan jika ini karena lingkungan, beuh lingkungan tempat tinggal ku sekarang jauh lebih mempermudah dan mendukung sekali segala cara hidupku yang selalu ku susun-susun dan ku gaungkan kemarin-kemarin itu. Contoh, morning journal sangat mudah aku lakukan karena aku tak mesti berangkat pagi kekantor, gak kayak dulu jam 6 pagi sudah berangkat, tapi boro morning journal bersyukur dipagi hari pun aku lupa. Ampuni ya Rabb, ya kira-kira segitu kacaunya diriku.

Jadi dengan ini juga aku memaksa diri, jika memang aku punya cara baru untuk hidup, berpikir, mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif dan profit aka cuan, “demi hidup yang membuat diriku bahagia dan tidak mengecewakan Tuhan, tidak merugikan manusia dan mahkluk Tuhan lainnya dengan sengaja BAIKLAH aku akan MULAI, tak apa dimulai dari hari minggu jangan menunggu senin 😀”.

Semoga ini bukan sekedar menulis juga ya, saya MULAI deh!!!

Berbahagia semuanya🙏🙏.

Hasil Tak Mengkhianati Usaha

Jika terjadi sebuah keberhasilan orang suka sekali dengan kalimat “hasil tak mengkhianati usaha“, aku setuju namun itu terlalu sombong jika ku berucap begitu, yang ku yakini jika aku berhasil bagus dengan segala usaha yang ku lakukan, tangan Tuhan tentu ikut campur, doa orangtuaku jauh di sana , bahkan doa adik-adikku yang secara diam-diam, kerjasama partner,admin, teknisi bahkan bos ku yg oke-in ini projectnya bisa diambil dan kerjakan. Awal yang baik untuk sebuah karir ku. Sebagaimana aku bercerita memulai karir karir diusia 28 tahun sempat membuat ku seperti orang bego beneran ga tau mau mulainya bagaimana, peralihan profesi dari IR ke marketing sekaligus sales product real itu adalah sebuah tangangan buatku, belajar dari nol. Selang waktu saking aku ga bisa membagi waktu untuk menulis perlu mood yang memaksa untuk menulis dimana aku ingin menuliskan kenangan-kenangan yang ada dalam hidup ku. Tentang penghujung taun yang memberiku cuan, Alhamdulillah bisa menggantikan hpku yg rusak dari Bulan November 2020, kehujanan disaat pulang demo product dari klien. Ya bersyukur sudah tergantikan dan aku pindah tempat tinggal yang lebih dekat dengan kantor kemudian kubekali dengan sepeda, ya aku akan pulang pergi kantor dengan sepeda. Trennya juga begitu sekaligus bonus olahraga dan sehat untukku. Aku tidak lagi menikmati playlist galau di transjakarta😃 atau kadang memilih tidur karena sudah capek dijalan aja. Tapi, ada yang lebih galau ternyata aku menikmati hujan dengan mood swing tetiba mewek akhir-akhir ini melandaku.

Kembali dengan 1st mega project tadi, perjalanan ke kota cirebon yang pertama bagiku, sayangnya aku tidak memoto ikon Kota Cirebon, saking sibuknya disana. Namun, aku cukup selera dengan nasi jamblangnya, tiba disana rombongan kami makan nasi jamblang tengah larut malam, 3 hari di sana setiap hari ada menu nasi jamblang, laukan cumi hitamnya itu yang jadi favoritku. Sepulang dari sana, ada 2 orang teknisi kesayangan kami yang sakit, dan seminggu sakit ternyata positif covid, dan tepat 3 minggu dirawat, beliau meninggal.

Selamat jalan Pak Hendra, Senior teknisi, driver saat pp Cirebon-Jakarta, orang yang gak pernah nolak diajak aku canvasing dan aku banyak belajar dari beliau, dialah yang tau bagaimana nasib sales buta produk seperti aku. Semuanya akan menjadi amal baik selama kebersamaan kita dan Allah tempatkan disisiNya yang terbaik.”Aamin.

Foto-foto di Cirebon😃.

Ku yakinkan diri untuk selalu bersemangat bahwa karir ini akan menjadi jalan kesuksesan untukku. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kehidupan ku kedepannya.🙏🙏