Konsep Tabur Tuai- Karma

Saya banyak bicara tentang yang terjadi dalam keseharian saya belakangan ini. Bukan berarti saya sok bijak atau begitu paham akan hal ini. Tidak. Saya hanya merasakan pergolakan batin, kok yang terjadi belakangan ini seolah dari diri saya begitu sadar ( life-conscious) ini benar-benar saya— keajaiban-keajaiban yang Maha Pencipta tunjukkan kepada saya. Ini bukan Dia menujukkan sisi spiritual saya tapi saya sadar diri , jauh dalam diri saya.

Setelah tentang kepasrahan diri (tawakal) akan hal bersyukur saya juga merasakan dan mendapati hasil dari konsep tabur tuai. Saya sering juga mengatakan karma. Karma baik ataupun buruk. Semua itu dari perbuatan kita sendiri.

Dari saya baca diblog oranglain ; Ada pepatah arab mengatakan: Innaka La Tajni Min Asysyauki al-‘inab Artinya: “Sesungguhnya engkau tidaklah akan memetik hasil dari menanam duri, buah anggur” Makna pepatah tersebut begitu dalam dan luas jika kita terapkan dalam kehidupan kita. Menanam duri bisa berarti melakukan perbuatan yang menyakitkan orang lain. Jika “duri” yang kita”tanam” untuk orang lain, jangan harap kita akan mendapatkan”buah anggur” sebagai hasilnya. Yang akan kita dapatkan, ya “duri”juga. (sumber : kompasiana ).

Kemudian dalam Alquran pun juga ditegaskan oleh Allah tentang karma baiknya;  firman-Nya: “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zalzalah:7-8)

Dan untuk karma buruknya, dijelaskan dalam salahsatu ayat Alquran ;  “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh tanganmu sendiri.” (QS  Asy-Syuura [42] : 30).

Semua itu selalu dari kita, sehingga alasan kita mengeluh selama ini jadi apa?. Dengan bahasa mengeluhnya kita ” Ya Tuhan, kok gini banget!”— ketika ditimpa hal yang kurang baik menurut kita. Lalu, ketika kita mendapat hal baik dan pujian kita kebanyakan ” Ah, ini karena hoki kok!” seakan sombong dengan diri sendiri padahal ada besar campur tangan Allah dan hasil dari apa yang telah kita tabur kemudian patutlah itu yang kita tuai.

7749ef1fdf487f2f3ef1bbcee6341f27

Ini sebuah pelajaran untuk diri saya sendiri setelah dua hari ini menuai apa yang telah saya taburi. Saya ikhlas dan saya bersyukur bisa menyadari hal ini. Sebuah karunia-Nya. tidak hanya kebaikan yang saya terima tetapi hal yang saya tidak inginkan pun terima. Saya harus berbesar hati ini akibat dari perbuatan saya sendiri bukan orang lain bukan juga kesengajaan Allah untuk hal menguji saya. Malah saya di karuniai banyak pelajaran oleh Nya. Sungguh luarbiasa. Tidak ada mengeluh saya jalani melainkan meminta doa penguatan dari Nya.

Jadi, saya rasa ini juga sebuah perjalanan hidup menuju hidup yang dewasa dan penerimaan diri dalam kesadaran hidup bersama yang Maha Pencipta. Semoga kita selalu melibatkan hidup ini dengan Nya.

credit photo : Pinterest

 

 

 

 

Advertisements

Terus Bersyukur

Jangan lupa untuk bersyukur itu menandakan kita tidak lupa untuk bahagia.

Apapun keadaan yang hadir dalam waktu yang kita jalani adalah sebuah karya dari kerjasama Semesta ( Allah) dan kita( makhluk ciptaan -Nya). Patutnya kita sebagai hambanya berkewajiban dalam hal bersyukur karena telah dijanjikan Nya “ketika kita bersyukur maka Dia menambah berkali-kali lipat nikmat tersebut”. So, Dont worry about grateful. Malah banyak sekarang  mereka yang paham akan letak kebahagian diri sendiri menulis jurnal harian mereka tentang bersyukur ( gratitude journal). Kegiatan ini banyak dilakukan orang-orang yang sukses dan memiliki kehidupan yang kreatif — mereka menemukan sesuatu yang mereka katakan cara berbahagia. Oleh karena itu, terus bersyukur merupakan cara kita menjalani hari-hari didunia ini agar lebih bahagia— tidak peduli tawa yang hadir ataupun sekalipun itu tangis yang menyambangi kita.

Hari ini kita berdoa untuk besok, besok dan besok lagi (masa depan) agar selalu keadaan yang baik ( bahagia). Itulah doa kita selalu kepada Nya sehingga apa yang terjadi besok kita sangat tidak bisa menebak setepat-tepatnya. Kita berharap baik, namun suatu kehendak Nya, dia Menunda hal baik tersebut menjadi sebuah hal yang harus kita ambil pelajaran. Itu sebuah kebaikan dibalik kesedihan. Hidup ini selalu ada baik ada buruk, ada rendah ada tinggi dan sebagainya. Sebagai manusia, sepaham dan se-kaffah apapun akan kehidupan ini ada bisikan kecil dari hati yang mengeluh akan hal buruk yang menimpa kita. Karena mengeluh adalah bagian dari pekerjaan manusia. Namun, cara mengurangi mengeluh salahsatunya terus bersyukur.

da759055a28d58f61f1c5d9e15afeb98

Terus bersyukur hari ini menjalani hari, medapati hal yang tidak sesuai rencana kita buat dibuku kita, karena buku Nya lebih kuasa menentukan apa yang terbaik. Ambil sekali lagi hikmah dari hal yang terjadi. Semua bertujuan dimana kita menelaahnya , apa yang harus diperbaiki ataupun ditambah bahkan ditiadakan. Semua kalimat terbaca dengan mudah yang sulit itu kita mengaplikasikannya secara nyata. Namun, setelah membaca kita berharap hati-hati kita yang mengeras ini sedikit mencair untuk turut mendukung kita merasakan letak kebahagian— walaupun itu sepertinya kebahagian kecil namun jika itu nyata kebahagian hidup kita tidak melulu sedih. Mari terus bersyukur.

981e3fa848ca1e3eaf285505ffdb8bf3

Cara bersyukur dengan apa yang sudah terjadi didalam waktu sehari ini ada baiknya kita selalu mengucap syukur , Alhamdullillah! semoga esok hari masih bisa mengucap kalimat terus dan meresapinya dalam hati dan pikiran. 🙂

credit photo : pinterest

Makna Hari Kartini bukan Sekedar Mengenakan Kain Kebaya

Raden Ajeng Kartini yang dikenalkan sebagai tokoh emansipasi wanita Indonesia. itulah Indonesia sangatlah unik dan penuh dengan sejarah yang luarbiasa, sosok kartini salahsatunya. oleh karena itu, hari kelahiran kartini menjadi hari yang dikenang dan diperingati oleh masyarakat Indonesia menjadi hari yang bermakna dan bersejarah. sosok kartini, perempuan Indonesia yang berjuang mengenai hak-hak perempuan pada jamannya — hak perempuan sangat dibatasi. melalui surat-suratnya kepada sahabatnya di Belanda baik yang terkirim maupun tidak Kartini menulis ide-ide, mimpi, harapan akan hak perempuan Indonesia. prinsip patriaki yang ditentang oleh Kartini namun dengan segala kendala dia berkorban mengikuti prinsip yang sudah menjadi prinsip Ibu di Indonesia.

Jujur, saya masih belum membaca banyak  buku-buku tentang Kartini namun ada satu buku oleh Sulastin Sutrisno yang itu pun saya baca sekilas.  dalam buku ini, surat-surat kartini tentang mimpi-mimpinya, banyak tulisannya yang mencerahkan kita sebagai perempuan masa kini mengenai hak-hak perempuan yang sudah tidak terbatas lagi— bukan seperti jaman Kartini dulu kala. salahsatu petikan dari surat-surat kartini tersebut ;

“Bermimpilah terus, bermimpilah terus, bermimpilah selama kamu dapa bermimpi! Apabila tiada mimpi, apakah jadinya hidup? Keadaan yang sesungguhnya biasanya sangat kejam.

Barang kali memang betul apa yang dikatakan orang, bahwa sebenarnya kami harus tinggal seorang diri di sebuah pulau yang tidak didiami manusia!

Tetapi jika demikian, orang lalu betul-betul akan memikirkan diri sendiri saja bukan? Saya kira kami harus hidup dengan dan untuk orang banyak. Itulah tujuan hidup, untuk membuat hidup indah!

Derita akan meluhurkan, sekurang-kurangnya kalau orangnya baik. Dalam hal lain derita justru akan merendahkan. Juga kami akan berubah. Bagaimana perubahan itu hanya Tuhan yang tahu. Yang kami ketahui hanyalah, kami bukanlah lagi anak-anak yang lela.” 
― Sulastin Sutrisno, Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya

Sekarang kita perempuan Indonesia sudah membuktikannya, kita berprestasi, kita menggapai mimpi-mimpi kita setinggi mungkin dengan berbagai predikat, profesi, ahli dan masih banyak lagi titel untuk perempuan yang sukses.

“Kalau terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan pada diri saya karena perbuatan orang lain, maka mendidihlah darah saya. Saya marah sekali, tetapi sesudah itu semacam rasa gembira meliputi diri saya. Saya senang karena merekalah yang berbuat demikian terhadap saya dan bukan saya terhadap mereka, sebab jika demikian saya berakhlak rendah. Dan apabila saya menjadi sedih karenanya, maka hal itu disebabkan karena dengan berbuat hina itu mereka memperlakukan saya keji dan tidak adil.” 
― Sulastin Sutrisno, Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya

Dan berikut juga petikan dari surat-surat kartini yang sedang terjadi dengan para perempuan Indonesia sekarang— tentang tidak menyenangkan bagi orang lain— sesama perempuan. Mengapa judul saya diatas” Makna Hari kartini bukan Sekedar Kain Kebaya” seperti tidak nyambung diawal ya hehe. saya rasa nyambung, karena apa? sekarang bagus  sekali perayaan tentang hari kartini banyak diperingati perempuan Indonesia mulai dari parade busana, talkshow mengenai peran perempuan dan perempuan suskes, dan masih banyak lagi cara memeperingati Hari Kartini masa kini dengan tujuan semua sama merefleksikan semangat kartini. Tetapi masa kini, kebaya yang menjadi ikon perayaan Hari Kartini sebenarnya tidak hanya sebatas itu makna peringati Hari Kartini ini. Refleksi peringatan Hari Kartini harusnya lebih kepada masing-masing pribadi merefleksikan hidup sebagai perempuan yang haknya sudah merdeka dan berlaku untuk seluruh perempuan Indonesia. bagaimana haknya sudah merdeka ini? salahsatunya tidak ada isu shaming atau bullying. isu shaming ini parahnya dilakukan oleh perempuan sesama perempuan. kalian tahu lah bagaimana isu shaming di perempuan Indonesia sangat rentan. mulai dari isu body shaming hingga mom shaming entah nanti mungkin ada lagi grandma shaming. Tidak hanya seperti itu, shaming dalam hal lain pun masih banyak dilakukan sesama perempuan. Contohnya dalam hal pilihan masing-masing pribadi juga, kayak milih jadi sosok apa eh shaming-nya gini dibelakang diomongin, bla bla lah dengan mata kadang kalo depan kita ngeliat kayak ngeliat apa gitu ya.  Jadi dari pada hanya mengenangkan Kartini dengan kebaya doang yuk refleksikan pribadi masing-masing bagaimana menjadi perempuan yang tidak menyakiti perempuan lain?. Itu sih yang menjadi renungan saya pribadi saat mengenang Hari Kartini tahun ini. Bagaimana dengan kalian Perempuan Indonesia semuanya?? Mari berbahagia.

“Karena saya yakin sedalam-dalamnya, perempuan dapat menanamkan pengaruh besar ke dalam masyarakat, maka tidak ada sesuatu yang lebih baik dan lebih sungguh-sungguh yang saya inginkan kecuali dididik dalam bidang pengajaran, agar kelak saya dapat mengabdikan diri kepada pendidikan anak-anak perempuan kepala-kepala Bumpiputera. Aduhai, ingin sekali, benar-benar saya ingin mendapat kesempatan memimpin hati anak-anak, membentuk watak, mencerdaskan otak muda, mendidik perempuan untuk masa depan, yang dengan baik akan dapat mengembangkannya dan menyebarkannya lagi.” 
― Sulastin Sutrisno, Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya

Selamat menngenang dan memperingati hari Kartini 2019 🙂

credit photo : pinterest

Tuhan, Boleh Aku Menangis Sebentar?

Aku ini manusia yang Kau ciptakan— Perempuan. Terlalu egois jika aku mengatakan, kenapa aku dihadirkan disini?. Kau ciptakan aku dengan maksud, aku tahu itu. aku tahu Kau hadirkan suka dan duka. Semua merasakannya— Begitu pun aku. Tak luput. Inilah hidup kata mereka yang bijak. Tuhan, Kau sudah tetapkan cara hidup. Kau beri pilihan ; tawa dan tangis. Pilihan dimana aku tak bisa lagi rasanya memilih. Sebuah rasa ketidaksanggupan seperti membesar begitu saja, Tuhan.

Boleh aku menangis barang sebentar?. Seakan Kau enggan tunjukkan arah itu Tuhan, tapi apadaya Kau pengharapanku. Pasrah— Tidak, petunjukMu begitu. Begitu kuatkah aku Tuhan dengan cara ini? Aku tahu kekuatan ini dari -MU semata. Pantaskah ku tanya waktu berakhirnya kapan? Aku pun tidak sesongong itu. Kepantasanku sekarang menerima ini— Ikhlas. Tuhan, aku lelah. Terimakasih sandaran Mu masih tersedia untukku. Aku— Aku ingin menangis Tuhan sebentar saja.

credit photo : pinterest

Takut makan nasi malam hari?pilih cemilan Steamed Sweet potatos!

Liat judul nya berasa expert dibidang nutrisi ya guys😂. Sebenarnya, saya lagi belajar dan berlatih menulis creative writing gitu lho.

Faktanya, orang Indonesia kebanyakan takut makan nasi malam hari dengan paradigma makan nasi malam hari bikin cepat gemuk. Apalagi kalau yang sedang menjalani program diet, jauh-jauh dari nasi.

Nah, sebagai orang Indonesia asli dan saya berasal dari kampung nan jauh dimata dekat dihati (sekarang) sudah tidak asing lagi dengan pengganti nasi. Orangtua saya, berkebun sehingga saya bersyukur saya banyak tahu akan tumbuhan, pohon yang ada dikebun dan dihutan. Lha wong,saya besarnya disekitaran hutan (kebun) wkwkkw. Dikebun, Ibu saya bertanam dari mulai bumbu dapur, umbi-umbian (singkong,ubi jalar,ubi rambat, talas dan sebagainya), buah-buahan ya hampir lengkap kayak dipasar la ya wkwk. Ya, kami dikampung tidak perlu kepasar, kecuali beli gula,garam,dan penyedap rasa. Siang-siang hujan, berasa lapar tinggal rebus,kukus ubi jalar, singkong atau talas duduk sama-sama nunggu hujan reda. Bersyukur luarbiasa.

Datang lah saya ke Ibukota ini, jauh dari kebun dong dekat dengan pasar dan swalayan. Jadi, apa-apa yang dulu nanam, tinggal metik, nyabut dikebun sekarang tinggal ambil dirak ,tarok troli dan bayar. Hahaha

Lho jadi cerita dulu kala, ga sesuai judul wkwkkw tenang dong😂 ditempat saya lagi hujan jadi kalau merenung masa lalu yang indah itu enak banget.😅😅😅

Tadi pagi saya kepasar niat mu bikin kolak gitu jadi mau beli singkong, ubi jalar, pisang, santan dan gula merah. Ternyata, sudah siap bahan ya namanya mood berubah jadi mager. Ah, ntar lagi nonton drakor sebentar- ya mana ada nonton drakor sebentar yang ada sebentar-sebentar sudah episode sekian dan sekian aja ditambah meweknya, ga berasa udah sore. Mager parah. Jadi saya tunda bikin kolaknya. Abis magrib, ngeliat lagi tu bahan-bahan kolak. Waduh kayak kepengen ngemil gitukan ya. Saya putuskan untuk mengukus ubi jalar kayaknya yummie,hehe. Lumayan la biar gak banyak makan nasi ya , untuk cemilan malam ini.

Foto : thinkstock

Ubi jalar yang saya beli ada 2 macam, ubi jalar warna orange dan ungu. bahasa inggrisnya sweet potato dan bahasa bangka-nya Bijur/setila.

Foto : google image

Saya yakin cemilan ubi jalar ini nama kerennya sweet potato ini aman dan mendukung program diet karena sudah ada penelitian,jurnal dan tulisan para ahli nutrisi juga. Hmm, come on bisa googling juga ya☺. Seperti dari artikel yang saya baca, ubi jalar mengandung karbohidrat kompleks dengan penjelasannya ;

Dalam satu buah ubi ungu ukuran sedang mengandung 28 gram karbohidrat kompleks. Sekilas hal tersebut mungkin tidak terdengar terlalu bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi karena rendah kalori dan tinggi nutrisi, ubi ungu dapat memberikan Anda asupan energi tambahan yang menyebabkan Anda membakar lebih banyak kalori di antara waktu makan. Selain itu, kandungan karbohidrat sehat ini juga membantu otak Anda memproduksi glukosa, yang dapat meenjaga konsentrasi dan membuat Andaokus. Tentu, hal ini penting bagi Anda supaya bisa tetap fokus menjalani diet. (Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/manfaat-ubi-ungu/ ).

Kemudian, kenapa memilih dikukus? Alasan utamanya karena mudah dan penjelasan dari ahli nutrisi juga menyarankan dikukus (steamed). Kalau direbus atau dibakar apalagi digoreng, kandungan vitamin A yang dalam ubi jalar hilang 80℅ (sumber : https://nutritionfacts.org/2015/11/24/is-it-better-to-bake-boil-or-steam-sweet-potatoes/ ).

Nah ini penampakan steamed sweet potatos ala missjulie 😍😍😍.

Percaya deh, steamed sweet potatos ini cemilan sehat dan simpel daripada di goreng ya kan ada minyaknya dan juga kalau dari Indonesia pakai tepung lagi wah itu cemilan berat ya termasuk dalam gorengan. Kan katanya, mendukung program diet. Hehehe

Semoga sedikit mencerahkan tentang ubi jalar dan menjadi langkah awal kita mendukung program pemerintah #panganlokal☺.